Senin, 22 April 2013

di balik tragedi tsubami aceh

Biadab, Kedok Amerika Dibalik Tragedi
Tsunami Aceh Terbongkar (Penyebab
Tsunami Ternyata Bom Nuklir AS)
Dulu Presiden Persaudaraan Pekerja
Muslim Indonesia (PPMI), DR Eggi Sudjana
SH Msi mensinyalir, bahwa bencana yang
menimpa NAD dan sekitarnya bukanlah
gempa dan gelombang tsunami yang
sesungguhnya. Akan tetapi sebuah
gelombang bom termonuklir yang
sengaja diledakkan di bawah laut .
Pendapat Eggi tersebut dikemukakan
kepada Wawasan, usai dialog menyoal
seratus hari pemerintahan SBY, di kantor
pengacara Taufik SH di Solo. “Melalui
pendapat dan analisa yang dikemukakan
pakar nuklir independen asal Australia Joe
Vialls, saya sepakat, bahwa ada indikasi
kuat Amerika dengan dua kapal
perangnya satu diantaranya bernama USS
Abraham Lincoln, berada di balik tragedi
itu,” katanya.
Menurut Eggi, sebelum terjadi bencana
itu, Amerika telah mengeluarkan travel
warning kepada warganya agar tidak
berkunjung ke Indonesia. Sementara
masuknya kapal induk asing, cukup
mengundang pertanyaan, kenapa
diperbolehkan oleh pemerintah kita.
Dengan kata lain, Jakarta tahu benar akan
keberadaan kapal asing di perairan kita.
“Ada temuan kejanggalan lagi, CNN
selama ini memberitakan bahwa pusat
gempa terjadi di dekat pulau We.
Sementara yang terjadi sesungguhnya di
dekat pulau Nias dengan kekuatan gempa
hanya 5,4 skala richter. Namun yang
terjadi adalah sebuah gelombang susulan
dengan kekuatan yang lebih dahsyat.
Ironisnya, perusahaan AS Exxon yang ada
di sana, luput dari bencana itu. Sehingga
ada dugaan keras, ada senjata pemusnah
massal yang diarahkan ke sana,”
paparnya.
Usai kejadian itu, lanjut dia, tentara AS di
kapal induk USS Abraham Lincoln yang
jumlahnya 15.600 personil langsung
diterjunkan. Sementara Kopassus dan
Pasukan Reaksi Cepat (PRC), yang
fungsinya sebagai penanggulangan
bencana sama sekali tak diturunkan.
Sementara India, Srilanka dan Thailand
menolak kehadiran tentara asing itu.
Televisi Al Jazeera pernah menyiarkan,
bahwa bencana di Aceh bukanlah akibat
gelombang tsunami. Akan tetapi sebuah
bom helium yang bersifat halus namun
mematikan.
“Kami menduga India memang sudah
tahu akan adanya bencana itu. Karena
negara itu justru punya pencatat gempa,
yang bisa membedakan mana gempa
sungguhan dan mana gempa buatan. Di
India di Tamil Nadu, merupakan pusat
nuklir. Sehingga sudah terdeteksi dulu.”
Menurut Eggi, Joe Vialls tahu benar
senjata termonuklir yang diledakkan di
bawah laut akan menimbulkan
gelombang dahsyat. Sementara jika
tsunami, ketinggian gelombang maksimal,
tidak akan mencapai seperti yang terjadi
di Aceh. “Sejarah juga mencatat,
selamanya tsunami tidak berdampak
membakar korbannya, karena air. Namun
sempat ditemukan tiga orang anak
nelayan Aceh yang terbakar dengan
tubuh penuh oli.”
Disinggung rencana besar apa di balik itu,
Eggi mengatakan, AS ingin menjadikan
pangkalan militernya di Aceh. Hal itu
dikuatkan dengan ditolaknya percepatan
militer itu untuk segera mengakhiri
bantuannya di sana. Aceh juga akan
dijadikan jaringan pasar bebas
perdagangan AS. “Dalam kontek ini, SBY
lemah, intelijen kita juga lemah. Apalagi
TNI,” jelasnya.
Nah gimana menurut teman2 apa
tsunami aceh itu mutlak bencana alam
atau memang ada Negara adikuasa yang
merancang semuannya.
Seperti keadaan sekarang, beberapa
negeri muslim di timur tengah bisa
mendadak kacau secara bersamaan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar